Rabu, 16 Februari 2011

Komunitas Penutur

KOMUNITAS PENUTUR
(SPEECH COMMUNITIES)
Kemampuan komunikasi seseorang bervariasi, setidaknya mampu menguasai bahasa ibu dan berbagai variasi atau ragamnya; dan yang lain mungkin menguasai lebih dari bahasa ibu yang bisa didapatnya dari pergaulan maupun dari hasil pendidikan. Selain itu, dimungkinkan juga seseorang menguasai lebih dari beberapa bahasa bahkan bahasa asing juga. Semua bahasa beserta ragam-ragam yang dikuasai seseoarang disebut verbal repertoir dari orang itu.

Apabila suatu kelompok masyarakat memiliki verbal repertoir yang relatif sama serta mereka memiliki penilaian yang sama terhadap aturan-aturan pemakaian bahasa yang digunakan, maka dapat dikatakan bahwa kelompok itu adalah masyarakat penutur atau komunitas penutur.
Bahasa adalah milik individu dan sosial, dalam artian bahwa setiap individu bisa saja menggunakan bahasa yang sama atau logat yang sama atau jenis yang sama. Contohnya, untuk menggunakan kode atau bahasa yang sama dan dalam hal keanggotaan dalam komunitas penutur, sebuah norma yang mungkin dikembangkan dari bahasa Di dalam konsep komunitas penutur yang akan dibahas, terdapat beberapa kesulitan untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan komunitas penutur, terutama di dalam menjelaskan konsep dari komunitas penutur itu sendiri.
Komunitas  penutur bukanlah hanya sekelompok orang yang menggunakan bahasa yang sama, melainkan sekelompok orang yang memiliki norma yang sama dalam menggunakan bentuk-bentuk bahasa. Untuk dapat disebut satu komunitas penutur adalah adanya perasaan yang sama dalam menggunakan bahasa tersebut. Komunitas penutur apapun bentuk atau keanggotaanya ada di dunia nyata.
Kata komunitas dalam istilah tersebut bersifat relatif, jadi tidak bisa ditentukan apakah terdiri dari kumpulan masyarakat yang luas ataupun hanya sekelompok kecl orang. Dengan penngertian terhadap komunitas yang seperti itu, maka setiap kelompok orang yang menggunakan bentuk bahasa yang sama, serta mempunyai penilaian yang sama terhadap norma-norma pemakaian bahasa mungkin membentuk komunias penutur.
Definisi komunitas penutur selama ini oleh para ahli selalu didasari melalui karakteristik atau ciri khasnya, kita harus mengakui hubungan yang tidak terpisahkan oleh setiap definisi  yang menyatakan bahwa menggunakan ciri khusus bahasa adalah bahasa milik bersama, bukan milik individu.
Kita juga harus memahami bahwa menggunakan ciri khas bahasa saja untuk menentukan apa yang disebut komunitas bahasa atau apa yang bukan komunitas bahasa harus dibuktikan, karena orang-orang tidak akan membutuhkan hubungan yang langsung di antara ciri khas bahasa yang ada dan komunitas bahasa tersebut.
Sesuatu yang bisa diyakini adalah bahwa pengguna bahasa benar-benar menggunakan ciri khas sebuah bahasa untuk menyatakan identitasnya tergabung di dalam sebuah kelompok, dan berbeda dengan pengguna bahasa lain.
Batasan mengenai komunitas penutur sebenarnya sangat beragam dan mungkin antara satu dengan yang lainnya sulit untuk dipertemukan. Labov  menjelaskan penekanan dari kegunaan komunitas penutur untuk sebuah pencarian dari ciri khas yang membuat setiap individu merasa bahwa mereka adalah anggota dari komunitas yang sama. Sedangkan, Milroy mengemukakan, bahwa komunitas penutur adalah konsep yang sangat abstrak karena sebagian norma yang digunakan komunitas bisa saja bukan sebuah bahasa di alam dan bahkan norma bahasa itu sendiri mungkin terbagi-bagi ke dalam beberapa kelompok.
Selanjutnya, Bloomfield memberikan batasan komunitas penutur adalah sekelompok orang yang menggunakan isyarat yang sama. Akan tetapi, Hymes, tidak sependapat dengan apa yang dikemukakan oleh para ahli tersebut mengenai komunitas penutur.  Hymes berpendapat bahwa komunitas penutur tidak bisa diartikan semata-mata melalui kegunaan komunitas penutur. Tetapi, cara orang-orang melihat bahasa yang mereka gunakan juga penting, yaitu bagaimana logat mereka, bagaimana mereka menentukan fakta bahwa mereka menggunakan satu bahasa yang lebih disenangi dari bahasa lainnya, dan bagaimana mereka menentukan batasan-batasan bahasa. Jadi, dapat disimpulkan konsep atau batasa komunitas penutur sampai saat ini masih sulit untuk dijelaskan.
Komunitas penutur memperoleh verbal repertoirnya dari interaksi verbal langsung dalam kegiatan-kegiatan tertentu  atau adanya interaksi simbolik dalam suatu wadah tertentu, contohnya sebuah negara atau daerah. Jadi, sebuah negara atau daerah memungkinkan membentuk suatu komunitas tertentu.
Fakta bahwa masyarakat menggunakan ekspresi seperti di dalam menggunakan bahasa New York, bahasa London, dan bahasa Afrika Selatan mengindikasikan bahwa mereka memiliki beberapa pendapat, bagaimana karakteristik dari setiap bahasa yang dimiliki oleh daerah tersebut. Maksudnya, apa yang seharusnya menjadi bagian dari komunitas penutur kadangkala sulit untuk dijelaskan.
Rosen (1980) telah menunjukkan beberapa masalah yang ditemukannya di London yang dikenal memiliki sebuah komunitas penutur dan menggambarkan ciri khas apa yang ada pada bahasa di daerah tersebut. Rosen mengatakan, bahwa beberapa kota tersebut tidak dianggap sebagai peta kerja, dari daerah ke daerah, tidak hanya karena bahasa dan dialek tidak memiliki penyebaran geografis yang sederhana, tetapi juga karena interaksi di antara mereka tidak jelas atau kabur dengan apapun batasan yang dibuat. Baik kelas sosial model dan geografis, walaupun mereka berkontribusi kepada sebuah pemahaman. Bahwa, pada beberapa daerah, dialek dan bahasa memulai pengaruh pada setiap orang. Jadi, dapat disimpulkan kota London adalah sebuah komunitas penutur yang terlalu luas dan saling bersilangan.
Setiap komunitas memiliki keunikan multi bahasanya tersendiri dan tidak ada bahasa yang disamakan penyebarannya dalam komunitas residensial yang spesifik. Beberapa situasi tidak memiliki keunikan. Banyak daerah di bagian dunia yang lain memiliki beberapa karakter bahasa yang sama. Contoh, Balkans, daerah Selatan India, Papua Nugini. Persamaan mendasar dari komunitas bahasa mungkin mudah terlihat pada daerah yang lebih modern, berpegang teguh bahwa bahasa yang digunakan untuk mengekspresikan kebangsaannya dan menjadikan bahasa tersebut sebagai standar untuk mengalahkan Negara pesaing.
Sebuah komunitas atau kelompok akan menjadi satu kesatuan bagi sebuah pencapaian, pencapaian ini menjadi cukup berbeda dari pencarian kelompok lain. Akibatnya, seseorang bisa memiliki pada suatu waktu oleh banyak kelompok atau komunitas tergantung kepada pandangan akhirnya.
Konsep dari komunitas penutur tentunya menjadi praktis karena masing-masing individu mendapatkan keuntungan untuk menyatakan identitasnya dengan bebas. Seperti yang dikemukakan oleh Bolinger, tidak ada batasan di mana manusia berkumpul bersama untuk menyatakan identifikasi pribadi, kenyamanan, keuntungan, kesenangan, atau tujuan lain seperti yang ada pada umumnya. Akan tetapi, tidak ada batasan untuk jumlah dan varietas dari komunitas penutur yang ditemukan di dalam masyarakat.
Setiap individu adalah anggota dari berbagai komunitas penutur yang berbeda. Hal yang menarik adalah ketika seseorang bisa membedakan apakah ia termasuk ke dalam komunitas yang satu atau komunitas yang lainnya berdasarkan ciri khas yang dimiliki komunitasnya.
Cara lain di dalam melihat bagaimana seorang individu berhubungan dengan individu lain di dalam masyarakat adalah dengan mempertanyakan di dalam jaringan apa individu tersebut berpatisipasi. Maksudnya, bagaimana dan di dalam kesempatan apa individu X berinteraksi dengan Y, kemudian dengan Z? seberapa seringkah bermacam-macam hubungan: apakah Xlebih sering berinteraksi dengan Y daripada dengan Z? seberapa luaskah hubungan X dengan Y secara sadar dari berapa banyak individu yang berinteraksi baik dengan X maupun  Y di dalam aktivitas apapun yang membuat mereka bersama di dalam berbagai situasi?

Jaringan bercabang adalah sesuatu di mana individu diikat satu sama lainnya dalam sebuah varietas. Contohnya, melalui kerja sama, berbaur bersama dan bahkan ada kemungkinan perkawinan campuran. Hal tersebut membuat hubungan lokal yang intens. Sebaliknya, pada jaringan tunggal orang-orang berhubungan satu sama lainnya di dalam satu cara: mereka bisa bekerja bersama, atau berbaur bersama, atau tinggal berdekatan, tapi hanya satu yang menghubungkan. Pada beberapa kesempatan seseorang harus memiliki akses kepada beberapa jaringan tunggal yang berbeda, sehingga hubungan dengan keluarga, rekan kerja, dan rekan di waktu senggang tidak berbenturan, selama mereka orang-orang yang berbeda. Kadangkala jaringan ini terlihat lemah dan bercampur baur. Konsep jaringan ini adalah hal yang sangat berguna, karena fokus kepada hubungan individu di dalam masyarakat luas melalui kontak individu yang dialami seseorang pada kelompok yang abstrak dan diri khas yang statistik.
Cukup jelas bahwa tidak ada dua individu yang sepenuhnya sama dalam kemampuan berbahasanya, juga tidak ada dua situasi sosial yang sepenuhnya sama di antara orang-orang yang dipisahkan dari kelas sosial asli secara bertahap melalui pekerjaan dan melalui beberapa faktor seperti agama, jenis kelamin, bangsa dan Negara, perbedaan fisik misalnya perbedaan keterampilan berbahasa, dan melalui ciri-ciri khas kepribadian.
Konsep dari verbal repertoir bisa menjadi sangat berguna ketika diterapkan pada individu daripada diterapkan kepada kelompok. Kita bisa menggunakannya untuk menggambarkan kompetensi kreatif dari pengguna bahasa individu. Setiap orang kemudian akan memiliki perbedaan verbal repertoir atau daftar bahasa. Verbal repertoir  itu sendiri adalah kemampuan seseorang atau individu menguasai berbagai bahasa.
Fokus kepada repertoir dari individu dan secara spesifik pada ilmu bahasa yang tepat yang mereka pilih di dalam keadaan yang telah dijelaskan, benar-benar terlihat bagaimana kita ditawarkan beberapa harapan di dalam menjelaskan bagaimana orang-orang menggunakan pilihan bahasa untuk membatasi diri mereka sendiri. Sebuah pilihan seorang pengguna bahasa melalui beberapa bunyi, kata, atau ekspresi ditandakan dalam beberapa cara. Bisa dikatakan ‘saya seperti kamu’ atau ‘saya tidak seperti kamu’. Ketika pengguna bahasa juga memiliki sejenis jarak yang mereka pilih dan bahwa pilihan itu sendiri membantu untuk mendefinisikan keadaan, kemudian banyak perbedaan yang mungkin timbul.
Daftar Rujukan
Wardhaugh, Ronald. 1986. An Introduction to Sosiolinguistics. New York: Basil Blackweel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar